Pontianak,19 Agustus 2026
Dalam upaya penanganan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat, BNPB, BMKG, dan stakeholder terkait melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 13–17 Agustus 2026, dengan posko kegiatan di Lanud Supadio.
Skenario yang diterapkan pada OMC kali ini adalah ketika ada potensi pertumbuhan awan - awan konvektif maka tim akan langsung terbang dan melakukan penyemaian awan, hal ini dilakukan karena pertumbuhan awan yang masih sangat sedikit dengan luasan yang belum merata di wilayah Kalbar. Selain ditujukan untuk penanganan kebakaran, OMC kali ini juga dilakukan untuk pembahasan lahan agar karhutla tidak semakin meluas.
Dari hasil laporan Masyarakat (melalui medsos) dan laporan stakeholder pendukung kegiatan seperti BPBD Kabupaten bahwa saat dilakukan OMC beberapa wilayah dilaporkan terjadi hujan dengan intensitas bervariasi Ringan-Lebat yang meliputi sebagian Kab. Sambas, Singkawang, Bengkayang, Mempawah, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu Raya dan Pontianak.
Dengan informasi kejadian hujan selama tanggal 13-17 Agustus tersebut maka kegiatan OMC bisa dikatakan berhasil namun dirasakan belum maksimal karena pertumbuhan awan yang masih minim serta belum merata, sehingga pada tanggal 17 Agustus 2026 kegiatan OMC yang ber Posko di LANUD Supadio berakhir sementara karena berdasarkan data analisa dan prediksi mingguan menunjukkan bahwa di atas tanggal 18 Agustus 2026 terpantau atmosfer kembali kering dengan potensi pertumbuhan awan yang sangat minim yang tidak memungkinkan dilakukan penyemaian melalui OMC.Kegiatan OMC bisa dilakukan di waktu yang lain kedepanya setelah ada perintah dari PNBP Pusat dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang ada.
Tetap semangat dan salam tangguh.




